Washington, (Analisa). Dalam pidato pertamanya merespons laporan jatuhnya peringkat kredit AS, Presiden Barack Obama, Senin (8/8), mengatakan bahwa AS tetap akan menjadi negara peringkat satu dunia.
"Pasar akan naik dan turun, tapi inilah Amerika Serikat, apapun yang terjadi Amerika akan selalu menjadi negara AAA dunia," kata Obama, merujuk pada istilah peringkat nomor satu.
Pidato ini merujuk pada laporan Standard & Poor’s. yang menunjukan bahwa posisi AS kini terjun bebas.
"Ini adalah berita baik dari laporan itu: masalah kita bisa diatasi, dan AS tahu untuk mengatasinya," tegas Obama.
Sebelumnya Menteri Keuangan AS Timothy Geithner sebelumnya mengatakan S&P menggunakan "pertimbangan buruk" ketika menurunkan peringkat kredit Amerika pekan lalu dari yang tertinggi tripel A. Geithner mengatakan bahwa S&P menunjukkan "kurangnya pemahaman yang luar biasa" tentang penghitungan yang digunakan untuk menyusun anggaran federal.
Penurunan itu menandakan S&P yakin obligasi pemerintah Amerika saat ini merupakan investasi yang lebih berisiko. Direktur Utama S&P John Chambers memperkirakan peringkat kredit Amerika akan turun kembali dalam enam bulan dari sekarang.
Utang negara AS yang kini tercatat sebesar 14,3 triliun dolar AS dipastikan akan bertambah lagi setelah Kongres AS menyetujui lagi penambahan utang 2,1 triliun dolar AS.
Kesepakatan Kongres itu baru semacam mandat. Artinya, jika AS kesulitan untuk membayar utang, maka AS bisa lagi meminjam untuk membayar utang. Penambahan utang itu juga dimaksudkan untuk mengisi kas negara AS guna menutupi biaya operasional sehari-hari.
Kantor berita Associated Press menuliskan bahwa utang itu antara lain bersumber dari dalam negeri. Salah satunya adalah 4,6 triliun dolar AS, dan hampir semua berasal dari penggunaan sementara penerimaan Jaminan Keamanan Sosial (Social Security Revenues).
Penerimaan dari sektor ini tidak langsung dialokasikan ke pembayaran jaminan sosial, tetapi ditumpuk di pos tertentu. Dana-dana ini dipakai sementara untuk membiayai defisit anggaran pemerintah AS, dan tetap dianggap utang.
Utang ini antara lain bersumber dari pembeli obligasi pemerintah AS oleh lembaga keuangan dan perbankan, dana-dana pensiun, investor perorangan, pemerintahan lokal, dari berbagai negara, serta para investor asing.
Namun, hampir setengah atau 4,5 triliun dolar AS dari utang AS sebesar 9,7 triliun dolar AS bersumber dari pihak asing seperti dari China sebesar 1,15 triliun dolar AS, diikuti Jepang sebesar 907 miliar dolar AS, dan juga dari berbagai berbagai kalangan luar negeri lainnya.
sumber:www.analisadaily.com/news/read/2011/08/09/7772/obama_as_tetap_negara_nomor_satu_dunia/
0 comments:
Post a Comment